Taka Bonerate, surga bawah air di selatan Sulawesi

Penulis: Iriene, 3rd Runner Up miss Scuba Indonesia 2013

 

Keindahan taman nasional Taka Bonerate memang tiada duanya. Dikelilingi oleh perairan bening biru kehijauan terletak di kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Saya dan Nesha 2nd Runner Up Miss Scuba Indonesia 2013 (MSI) berkesempatan untuk menghadiri kegiatan tahunan aksi konservasi yang diselenggarakan oleh pengelola taman nasional. Perjalanan dimulai dari Makassar menuju Selayar dengan pesawat udara, kemudian dilanjutkan dengan perjalanan darat menuju pelabuhan Pattumbukang dan 3 jam perjalanan ditempuh menggunakan speedboat.

Memasuki kawasan taman nasional Taka Bonerate kami disambut dengan beberapa gugusan pulau kecil serta perairan bening biru kehijauan. Kawasan taman nasional Taka Bonerate meliputi 22 pulau, 7 diantaranya berpenghuni dan sisanya kosong. Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia setelah Maldives. Dengan begitu perairan ini memiliki ratusan jenis terumbu karang, spesies ikan dan mollusca. Cahaya matahari menyinari beningnya surga bawah air di Taka Bonerate, sesampainya kami di Pulau Tinabo Besar dasar laut sudah terlihat dari atas kapal. Segerombolan ikan yang berenang, warna warni terumbu karang, serta yang unik adalah anak ikan hiu jenis blacktip yang berenang renang hingga ke bibir pantai. Memasuki pulau Tinabo kami di sambut dengan indahnya hamparan pasir putih dan pepohonan kelapa. Pulau ini adalah pusat pemantauan taman nasional, dan hanya dihuni oleh petugas dan tamu wisatawan.

Taman nasional Taka Bonerate memiliki 3 zona inti yang di jaga kelestarian nya. Kegiatan utama yang harus dilakukan disana adalah snorkeling atau diving, kawasan ini memiliki sekitar 21 titik penyelaman menarik yang memiliki keunikan dan keberagaman masing-masing. Beberapa spot kami singgahi baik snorkeling maupun diving, dunia bawah air Taka Bonerate berhasil memikat hati kami. Hamparan terumbu karang dengan berbagai jenis dan kontur terlihat jelas dengan tingkat visibilitas air yang bagus, tampak berbagai biota laut berenang disekitar kami.

Kegiatan aksi konservasi ini dilakukan untuk meningkatkan kepedulian warga sekitar akan pentingnya menjaga lingkungan. Kejahatan yang sering terjadi disana pada beberapa waktu lalu adalah pemboman ikan, oleh karena itu kepolisian selayar beserta petugas taman nasional bahu membahu menjaga kawasan Taka Bonerate. Kami bersama warga turut melakukan kegiatan transplantasi karang, penanaman pohon, bersih pantai serta pelepasan tukik. Taman nasional ini juga memiliki pengangkaran penyu guna membantu melestarikan habitatnya.

Selain kegiatan konservasi panitia pun menyelenggarakan lomba bagi masyarakat lokal seperti voli pantai, lomba renang dan kapal hias. Dengan  berbagai kegiatan tersebut masyarakat sekitar diharapkan menjadi terhibur dan lebih peduli akan lingkungan. Dengan minim nya sarana yang ada disana masyarakat diberi bimbingan untuk dapat melakukan usaha kreatif seperti pembuatan kerajinan dan makanan. Listrik di pulau Tinabo berasal dari generator yang hanya difungsikan malam hari, tidak adanya sumber air tawar, tidak adanya lahan untuk bercocok tanam, dan minim nya kegiatan belajar mengajar disana menjadi perhatian ekstra kepada warga oleh pengelola taman nasional. Permasalahan itu juga menggerakan hati kami untuk bisa membantu mengatasi hal tersebut. Bagaimana pun dengan segala keterbatasan yang ada Taka Bonerate tetap memiliki keindahan dan potensi kekayaan alam bawah laut yang luar biasa

Kawasan ini diperkirakan akan menjadi cagar biosfer dunia pada tahun mendatang. Konsep ekowisata sangat perlu ditanamkan bagi seluruh pengunjung Taka Bonerate. Matahari terbenam di Tinabo selalu terlihat indah setiap hari nya, dan lembayung senja seakan menutup perjalanan kami selama tiga hari di Taka bonerate. Besar harapan kami bagi seluruh wisatawan untuk menikmati keindahan alam itu tanpa harus merusaknya. Kawasan ini merupakan potensi negara yang harus dilindungi bukan hanya oleh kita namun bagi dunia. Oleh karena itu kita harus berbangga memiliki surga tersebut. Mari kita cintai lautan indonesia :)